Pages

Thursday, January 3, 2013

Tipe Keputusan Inovasi


Inovasi dapat diterima atau ditolak oleh sesorang (individu) sebagai anggota sistem sosial, atau oleh keseluruhan anggota sistem sosial, yang menentukan untuk menerima inovasi berdasarkan keputusan bersama atau berdasarkan paksaan (kekuasaan). Dengan dasar kenyataan tersebut maka dapat dibedakan adanya beberapa tipe keputusan inovasi :
a.    Keputusan Inovasi Opsional. Yaitu pemilihan menerima atau menolak inovasi berdasarkan keputusan yang ditentukan oleh individu (seseorang) secara mandiri tanpa bergantung atau terpengaruh dorongan anggota sistem sosial yang lain. Meskipun dalam hal ini individu mengambil keputusan itu berdasarkan normal sistem sosial atau hasil komunikasi interpersonal dengan anggota sistem sosial yang lain. Jadi hakikat pengertian keputusan inovasi opsional adalah individu yang berperan sebagai pengambil keputusan untuk menerima atau menolak suatu inovasi.
b. Keputusan Inovasi Kolektif. Adalah pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi berdasarkan keputusan yang dibuat secara bersama-sama berdasarkan kesepakatan antar anggota sistem sosial. Semua anggota sistem sosial harus menaati keputusan bersama yang telah diputuskan. Misalnya atas kesepakatan warga masyarakat di setiap RT untuk tidak membuang sampah di sungai, yang kemudian disahkan pada rapat antar ketua RT dalam suatu wilayah RW. Maka konsekuensinya semua warga RW tersebut harus menaati keputusan tersebut, walaupun mungkin secara pribadi masih ada beberapa individu yang masih keberatan.
c. Keputusan Inovasi Otoritas. Adalah pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi berdasarkan keputusan yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai kedudukan, status, wewenang, atau kemampuan yang lebih tinggi daripada anggota yang lain dalam suatu sistem sosial. Para anggota sama sekali tidak mempunyai pengaruh atau peranan dalam membuat keputusan inovasi. Para anggota hanya melaksanakan apa yang telah diputuskan oleh unit pengambil keputusan.
Ketiga tipe keputusan inovasi tersebut merupaka rentangan (continum) dari keputusan opsional (individu dengan penuh tanggungjawab secara mandiri mengambil keputusan), dilanjutkan dengan keputusan kolektif (individu memperoleh sebagian wewenang untuk mengambil keputusan), dan yang terakhir keputusan otoritas (individu sama sekali tidak mempunyai hak untuk ikut mengambil keputusan). Keputusan kolektif dan otoritas banyak digunakan dalam organisasi formal, seperti perusahaan, sekolah, perguruan tinggi, organisasi pemerintah, dan sebagainya.
d. Keputusan Inovasi Kontingen. Adalah pemilihan menerima atau menolak suatu inovasi, baru dapat dilakukan hanya setelah ada keputusan inovasi yang mendahuluinya. Jadi ciri pokok dari keputusan inovasi kontingen adalah digunakannya dua atau lebih keputusan inovasi secara bergantian untuk menangani suatu difusi inovasi, terserah yang mana yang akan digunakan, dapat keputusan opsional, kolektif, atau otoritas. Sistem sosial terlibat langsung dalam proses keputusan inovasi kolektif, otoritas, dan kontingen, dan mungkin tidak secara langsung terlibat dalam keputusan inovasi opsional.

1 komentar:

  1. saya ingin bertanya contoh dari keputusan inovasi kontingen itu bagaimana, dari penjelasan di atas, saya sulit untuk memahaminya

    ReplyDelete