Pages

Amusement Park photo: carnival Carnival.jpg

"S"

My 'S'elfish Ways

bokeh photo:  you__re_the_music_in_me.jpg

"E"

Spirit of 'Emotional'

silhouette photo: together tumblr_lbzmb5HB8X1qe0hneo1_500.jpg

"L"

'L'ife Alongs Happiness

Amusement Park photo: carnival Carnival.jpg

"L"

'Love' is Almost Beautiful

color splash photo: Color splash converse converse-1.jpg

"A"

'A' Truly Journey of Me

Showing posts with label strategi pembelajaran online. Show all posts
Showing posts with label strategi pembelajaran online. Show all posts

Thursday, January 3, 2013

Strategi Pembelajaran dan Aktivitas Belajar Otentik


Strategi pengajaran adalah keseluruhan metode dan prosedur yang menitik beratkan pada kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks strategi pengajaran tersusun hambatan-hambatan yang dihadapi, tujuan yang hendak dicapai, materi yang hendak dipelajari, pengalaman. Terdapat beberapa macam strategi pembelajaran, diantaranya yaitu :

Friday, November 23, 2012

Kunjungan ke UPBJJ (Unit Belajar Jarak Jauh) Yogyakarta Universitas Terbuka


LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN
PENGEMBANGAN E-LEARNING DI UNIT PROGRAM  BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) UNIVERSITAS TERBUKA
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pendidikan akan selalu ada, seiring dengan adanya peradaban manusia dan berkembang mengikuti perkembangan kebudayaan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pendidikan sepanjang hayat merupakan ungkapan yang mewakili, bahwa manusia akan selalu belajar sepanjang hayatnya. Pendidikan tidak terbatas pada sebuah proses belajar mengajar yang ada di sekolah-sekolah formal saja, akan tetapi pendidikan sebenarnya mencakup aspek non-formal maupun informal. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang dipercaya oleh masyarakat untuk dapat menghasilkan generasi penerus yang berpendidikan.
Modernisasi sebagai proses perubahan sosial, dari masyarakat tradisional (yang belum modern) ke masyarakat yang lebih maju, membawa dampak pada perubahan cara belajar mengajar yang telah ada sebelumnya. Pembelajaran tatap muka merupakan salah satu bentuk pembelajaran konvensional (tradisional) dimana pendidik dan peserta didik berada dalam waktu dan tempat yang sama. Sehingga proses belajar mengajar akan terjadi jika pendidik dan peserta didik berinteraksi dalam waktu dan tempat yang sama. Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi menawarkan alternatif yang mampu memecahkan masalah jarak dan waktu dalam proses pembelajaran, yang dikenal dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Berbeda dengan bentuk pembelajaran tatap muka, peserta didik dan pendidik dalam PJJ dapat melakukan interaksi dan proses pembelajaran meskipun mereka tidak berada pada tempat maupun waktu yang sama. Peserta didik cenderung dituntut untuk mandiri dalam menentukkan kecepatan belajarnya, selain itu peserta didik juga dapat mengakses sendiri sumber belajarnya kapan pun dan dimanapun.

Kegiatan Belajar Otentik (Authentic Learning Activity)


Kegiatan Belajar Otentik

Belajar otentik biasanya berfokus pada dunia nyata, masalah-masalah yang kompleks dan solusinya, menggunakan latihan role-playing, pembelajaran berbasis masalah, studi kasus, dan partisipasi dalam komunitas praktek virtual. Lingkungan belajar dibuat inheren dengan multidisiplin. Lingkungan pembelajaran tidak dibangun untuk mengajar geometri atau filsafat. Lingkungan pembelajaran aktivitas otentik menyediakan aplikasi “dunia nyata” atau disiplin, seperti : manajemen kota, membangun rumah, menerbangkan pesawat, menetapkan anggaran, memecahkan tindak kejahatan, dan lain sebagainya yang diajarkan dengan permainan multi disiplin, multi perspektif, alternatif cara kerja, kebiasaan berfikir, dan kondisi masyarakat. Peserta didik perlu menumbuhkan “kemampuan portable” atau kemampuan yang dapat dibawa sebagai dasar dalam aktivitas belajar otentik. Kemampuan portable tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Penilaian untuk membedakan informasi yang reliabel dan tidak reliabel.
b.      Kesabaran untuk mengikuti berbagai argumen.
c.       Kemampuan sintesis untuk mengenali pola yang relevan dalam konteks asing.
d.      Fleksibilitas untuk berkerja melintasi batas-batas disiplin dan budaya untuk menghasilkan solusi yang inovatif.
Aktivitas belajar otentik
Untuk pendidik dan desainer pembelajaran, terdapat esensi dari aktivitas belajar otentik dapat digunakan sebagai acuan, ke-10 esensi dalam aktivitas belajar otentik, yaitu (Marilyn M. Lombardi, 2007: hal.3) :
1.      Real-world Relevance. Aktivitas otentik dibuat sedekat mungkin sesuai dengan tugas profesional di dunia nyata. Pembelajaran meningkat mendekati kenyataan, dengan meminta peserta didik untuk bekerja secara aktif dengan konsep-konsep abstrak, mempelajari fakta, dan kemudian mempelajari kondisi budaya sosial dari berbagai disiplin. 
2.      Ill-defined Problem. Tantangan tidak boleh dibuat untuk mudah dipecahkan. Aktivitas belajar otentik relatif terdiri dari tugas-tugas kompleks yang harus diselesaikan dan terbuka untuk beberapa interpretasi, yang meminta peserta didik untuk mengidentifikasi sendiri sub-sub tugas untuk dapat mengerjakan tugas utama.
3.      Sustained Investigation. Permasalahan tidak dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit atau jam. Sebaliknya, kegiatan-kegiatan otentik teridiri dari masalah kompleks yang harus diinvestigasi oleh peserta didik dalam jangka waktu yang berkelanjutan. Masalah-masalah yang ada pada aktivitas belajar otentik, memerlukan tingkat pemikiran dan alokasi waktu yang berkelanjutan.
4.      Multiple Source and Perspective. Dalam aktivitas belajar otentik, peserta didik tidak diberi daftar sumber belajar. Aktivitas belajar otentik memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mencari referensi teori, perspektif praktek, dari berbagai sumber, dan melatih peserta didik agar dapat membedakan mana informasi yang relevan dan sebaliknya.
5.      Collaboration. Tingkat kesuksesan tidak hanya dinilai dari kinerja individual peserta didik. Kegiatan belajar otentik membuat kolaborasi integral antara pembelajaran di kelas dengan praktiknya di dunia nyata.
6.      Reflection (metacognition). Kegiatan belajar otentik memungkinkan peserta didik untuk memilih dan merefleksikan materi yang dipelajari, baik secara individual atau kelompok.
7.      Interdiciplinary Prespective. Relevansi tidak hanya terbatas pada satu domain atau satu mata pelajaran saja. sebaliknya, kegiatan belajar otentik memiliki konsekuensi untuk memperluas pembelajaran melampaui disiplin tertentu, mendorong peserta didik untuk mengadopsi peran yang beragam dari berbagai disiplin.
8.      Integrated Assessment. Pada aktivitas belajar otentik, penilaian tidak hanya sebatas penilaian sumatif, tetapi tugas utama penilaian adalah mampu merefleksikan proses penilaian di dunia nyata.
9.      Polished Product. Kesimpulan tidak hanya berupa latihan dan urut-urutan persiapan untuk membuat sesuatu. Kegiatan otentik berujung pada penciptaan produk secara keseluruhan yang memiliki nilai didalamnya.
1-  Multiple Interpretation and outcomes. Daripada menghasilkan satu jawaban benar, yang diperoleh dari penerapan prinsip dan prosedur, kegiatan belajar otentik memungkinkan beragam interpretasi dan solusi.
Perguruan tinggi di beebagai daerah di dunia mulai beralih ke pembelajaran otentik dan menempatkan kembali fokus pada peserta didik dalam rangka memperbaiki cara peserta didik menyerap menyimpan, dan mentransfer pengetahuan. Berikut beberapa contoh penerapan aktivitas  belajar otentik :